PERTEMUAN KELIMA LATIHAN-LATIHAN PROGRESIF
LATIHAN LATIHAN PROGRESIF
A. Pengertian Latihan Progresif
Latihan progresif adalah latihan-latihan yang menguntungkan pada saat dadakan. Perlu ditekankan prinsip-prinsip pemberian beban lebih yang bertahap dan prinsip spesifisitas dari latihan. Pemilihan metode yang tepat adalah meliputi efisiensi gerakan yang sesuai, efketifitas program latihan, termasuk FITT (frekwensi, Intensitas, Time, Tipe) yang adekuat. Gerakan yang salah harus dikoreksi dan dengan dasar gerakan yang baik.
Latihan yang baik adalah dengan adanya beban latihan, yang diperlukan selama proses berlatih melatih agar hasil latihan dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas fisik, psikis, sikap dan sosial olahragawan, sehingga puncak prestasi dapat dicapai dalam waktu yang singkat dan dapat bertahan relatif lebih lama.
B. Prinsip Prinsip Latihan
Prinsip latihan adalah landasan konseptual yang merupakan suatu acuan. Prinsip latihan merupakan landasan konseptual sebagai acuan untuk merancang, melaksanakan dan mengendalikan suatu proses berlatih – melatih. beberapa prinsip latihan adalah sebagai berikut :
Prinsip Individual
Setiap olahragawan memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda, sehingga dalam menentukan beban latihan harus disesuaikan dengan kemampuan setiap individu. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi adalah:
o Keturunan/ genetika
o Nutrisi/ gizi
o Waktu istirahat
o Tingkat kebugaran
o Rasa sakit dan cedera
o Motivasi
o Kematangan
o Lingkungan
Prinsip Adaptasi
Tingkat kecepatan olahragawan dalam mengadabtasi setiap beban latihan berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Yang mana faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut:
o Usia olahragawan
o Usia latihan
o Aktifitas kebugaran otot
o Kualitas kebugaran sistem energi
o Kualitas/ mutu latihan
Prinsip Beban Lebih (Overload)
Beban latihan harus mencapai/ sedikit melampaui ambang rangsang, tapi taidak bolah selalu melebihi, cara meningkatkan beban latihan adalah dengan cara:
o Dipercepat
o Diperberat
o Di perlama
Prinsip Beban Bersifat Progresif
Latihan bersifat progresif berarti latihan harus dilakukan secara ajeg, maju, dan berkelanjutan.
Prinsip Spesifikasi
Materi latihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraganya.
o Spesifikasi kebutuhan sistem energi
o Bentuk/ model latihan
o Pola gerak dan kelompok atot yang terlibat.
Prinsip Bervariasi
Latihan yang dilakukan secara monoton akan menimbulkan kejenuhan pada pesilat, sehingga dapat mengakibatkan kelelahan yang baik secara fisik maupun psikis. Variasi latihan dalam prinsip bervariasi adalah:
o Mengubah bentuk/ model latihan
o Tempat latihan
o Sarana dan prasarana latihan
o Teman latihan
Prinsip Pemanasan dan Pendinginan
Dalam latihan selalu diawali dengan pemanasan dan diakhiri pula dengan pendinginan (penenangan). Oleh karena itu dalam laithan selalu mengandung unsur – unsur yang terdiri dari:
o pemanasan,
o latihan inti,
o latihan suplemen, dan
o penutup.
Prinsip periodisasi (latihan jangka panjang)
Tujuan akhir dari sebuah proses latihan adalah untuk mencapai prestasi puncak, proses pelaksanaan latihan harus mengacu pada periodisasi latihan. Oleh karena itu priodisasi latihan merupakan pentahapan dan penjabaran dari tujuan latihan secara keseluruhan, 8-12 tahun dilakukan secara teratur, intensif, dan progesif.
Prinsip Berkebalikan
Tidak melakukan latihan akan mengalami penurunan kondisi fisik (detraining), latihan terlalu banyak dan tidak terprogram akan mengalami over training.
Prinsip Beban Moderat (tidak berlebihan)
Beban latihan yang diberikan harus disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak latih. Tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan fisik sesuai dengan tujuan latihan.
Prinsip sistematik
Perlu di terapkan karena prestasi atlet sifatnya sementara dan labil, prinsip sistematis terkait dengan dosis (takaran) dan skala prioritas dari sasaran latihan. Untuk itu, dosis (takaran) dan skala prioritas latihan harus diperhatikan selama dalam pelaksanaan latihan sehingga akan membantu proses adaptasi dalam organ tubuh.
Komentar
Posting Komentar