PERTEMUAN KE TIGA BELAS Kebutuhan Elektrolit pada pelaku olahraga
Kebutuhan Elektrolit
Cairan tubuh selain mengandung air juga mengandung bahan lain yang diperlukan oleh tubuh seperti elektrolit. Elektrolit dalam cairan tubuh terdiri dari kation dan anion. Kation utama dalam cairan tubuh adalah sodium (Na+) dan potasium (K+), sedangkan anion utama adalah klorida (Cl-).
Sodium merupakan kation yang terbanyak di dalam cairan ekstra sel dan bertanggung jawab untuk mempertahankan osmolalitas cairan ekstra sel. Asupan sodium berkisar antara 3 – 8 gram (130-250 meq) per hari. Makanan sumber utama sodium adalah garam dapur. Selain itu sodium banyak didapat pada keju dan makanan olahan lainnya.
Potasium merupakan kation terpenting di dalam cairan intra sel. Asupan potasium berkisar antara 2 – 6 gram (50-150 meq) per hari. Makanan sumber utama potasium adalah daging, buah-buahan. Secara umum potasium banyak terdapat pada pisang, orange juice. Keringat merupakan cairan hipotonik dibanding dengan plasma. Konsentrasi elektrolit dalam keringat juga lebih rendah dibanding dengan cairan tubuh lainnya. Sodium dan klorida merupakan elektrolit yang paling banyak ditemukan dalam keringat, namun jumlahnya hanya sepertiga dari yang ditemukan di plasma. Sedangkan potasium dan magnesium dalam keringat jumlahnya sangat kecil.
Olahraga endurance yang berlangsung lama di tempat yang panas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan air dan elektrolit. Keseimbangan air dan elektrolit sangat penting pada atlet cabang olahraga endurance. Oleh karena akan mengganggu produksi energi dan pengaturan suhu tubuh. Cairan sangat penting untuk mengalirkan zat gizi dan oksigen ke dalam otot skelet untuk tujuan berkontraksi.
Hasil penelitian menunjukkan, lari marathon mengeluarkan keringat sebanyak 1 liter per jam. Sedangkan lari marathon dalam cuaca panas dan kelembaban tinggi dapat kehilangan keringat sebanyak 2,8 liter per jam. Pelari ultramaraton sejauh 50 mil yang ditempuh selama lebih dari 8 jam, selain kehilangan air yang banyak juga kehilangan elektrolit. Sehingga pelari marathon harus mengkonsumsi cairan pada saat mencapai KM ke 7 saat lari berlangsung.
Penggantian cairan pada atlet endurance apabila hanya minum air tawar dapat menyebabkan hiponatremi. Oleh karena dalam tubuh jumlah air dan sodium tidak seimbang. Untuk itu, pemberian cairan harus mengandung karbohidrat dan elektrolit. Hal ini dimaksudkan selain untuk mencegah terjadinya hiponatremi, juga untuk mencegah hipoglikemik.
Berikut adalah beberapa fungsi elektrolit dalam tubuh manusia:
1. Elektrolit terutama hadir dalam bentuk ion garam mineral seperti ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, fosfat dan klorida.
2. Setiap kekurangan garam mineral dapat memicu masalah kesehatan seperti, lesu, depresi, kelemahan, koma dan masalah jantung.
3. Ion garam mineral ini, yang memiliki kemampuan mempertahankan tekanan osmotik, juga membantu kontraksi otot dan memproduksi serta menyalurkan sinyal listrik dari otak ke sel dan sebaliknya.Ini menjelaskan mengapa kram otot sering muncul setelah melakukan kegiatan fisik yang berat.
Pada kondisi dehidrasi, kemungkinan sinyal listrik tidak dapat mencapai bagian tubuh serta otot-otot tidak dapat rileks yang kemudian memicu kejang.
4. Ginjal memisahkan elektrolit dari darah dan mengatur tingkat elektrolit dalam tubuh.
Jadi, bila kadar elektrolit turun, seseorang akan lebih sering buang air kecil untuk membuang kelebihan air dari tubuh dan menyeimbangkan tingkat elektrolit.
Sebaliknya, jika tubuh kelebihan elektrolit, seseorang akan merasa lebih haus dari biasanya agar tubuh mendapatkan lebih banyak air.
5. Kehilangan elektrolit terlalu banyak menyebabkan dehidrasi parah dan berpotensi mempengaruhi jantung dan sistem saraf pusat.
Kehilangan elektrolit juga akan menyebabkan diare dan bahkan gagal ginjal hiponatremia dalam kasus yang ekstrim.
6. Elektrolit bekerja dalam tubuh pada tingkat sel, dan jika hadir dalam jumlah lebih rendah dari yang dibutuhkan dapat mempengaruhi semua sistem utama dan organ tubuh. Elektrolit juga bertugas mempertahankan suhu tubuh tetap stabil dan tetap dingin.
7. Namun, konsumsi berlebihan elektrolit dapat menyebabkan retensi air berlebihan dan mengarah ke pembengkakan otot. Retensi air terjadi ketika seseorang mengambil suplemen tambahan atau mengkonsumsi terlalu banyak garam untuk meningkatkan kadar elektrolit dalam tubuh.
8. Saat mencoba mengganti elektrolit yang hilang dengan minum banyak air sekaligus, Anda justru menipiskan konsentrasi elektrolit yang sudah ada dalam darah karena asupan air yang terlalu tinggi.
Beberapa penelitian melaporkan bahwa cairan yang mengandung karbohidrat 5-10% tidak mengganggu atlet. Sedangkan pemberian karbohidrat melebihi 10 % dapat menimbulkan peningkatan gula darah yang akan merangsang produksi hormon insulin. Peningkatan hormon insulin dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.
9. Setiap ketidakseimbangan tingkat elektrolit dalam tubuh dapat berakibat fatal dalam hitungan jam, terutama untuk mereka yang sudah menderita masalah pencernaan.
10. Hormon adrenal seperti aldosteron dan para-tiroid bertugas mengatur elektrolit dan menjaga keseimbangan kimia intraseluler dan ekstraseluler
Sedangkan minuman atlet (sports drinks) yang mengandung suplemen sodium dan potasium yang berlebihan akan mengganggu kontraksi otot yaitu akan terjadi “cramp” otot. Selain itu intake sodium yang berlebihan mempunyai risiko tinggi terjadinya hipertensi pada atlet.
Sports drinks umumnya mengandung karbohidrat 5-7%. Konsentrasi karbohidrat dalam cairan ini secara ilmiah tidak mengganggu proses pengosongan lambung. Sedangkan, sodium biasanya 10-20 mmol/L dan dapat membantu keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Fungsi Elektrolit
Sodium hilang terutama melalui keringat yang berlebihan. Oleh karena itu atlet yang mengalami pengeluaran keringat yang sangat banyak harus diperhatikan penggantian sodium. Hiponatremi yang terjadi pada atlet dapat mengakibatkan penurunan efisiensi kerja otot sehingga berpengaruh terhadap prestasi olahraga. Potasium yang hilang melalui keringat jumlahnya sangat sedikit. Potasium yang disimpan di dalam sel tubuh jumlahnya sangat banyak dan tidak terpangaruh oleh hilangnya potasium melalui keringat. Beberapa ahli percaya bahwa kehilangan potasium dalam keringat akan mempengaruhi prestasi olahraga.
Konsentrasi sodium dan potasium pada keringat dipengaruhi oleh jumlah keringat yang keluar. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, jumlah keringat sebanyak 200 ml per jam menyebabkan kehilangan cairan yang mengandung 12 mmol sodium dan 4 sampai dengan 5 mmol potasium. Sedangkan keringat sebanyak 1000 ml per jam mengakibatkan kehilangan cairan yang mengandung 40 mmol sodium dan 4 sampai dengan 5 mmol potasium.
Penelitian menunjukkan bahwa suplemen sodium dan potasium tidak diperlukan selama olahraga yang berlangsung simgkat (1 jam atau kurang). Garam yang tersedia pada makanan sehari-hari sudah cukup mempertahankan keseim-bangan sodium dan potasium selama bertanding pada olahraga tingkat sedang.
Jadi cairan sangat di perlukan oleh tubuh untuk menjaga kestabilan fungsi tubuh saat melakukan olahraga.
Komentar
Posting Komentar