PERTEMUAN KEENAM FAKTOR PENYEBAB CEDERA DIKARENAKAN KEBUGARAN JASMANI

 Faktor Penyebab Cedera Dikarenakan Kebugaran Jasmani

Faktor Penyebab Cedera Dikarenakan Kebugaran Jasmani

1. Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kemampuan dari tubuh manusia untuk melakukan aktifitas tampa harus mengalami kelelahan yang berlebihan dan masih mampu melakukan kegiatan yang lain yang mana sifat nya mendadak.

Sudarno mengemukakan bahwa kebugaran jasmani adalah suatu kondisi ketika tubauh mampu manjalankan aktifitas sehari-hari dengan baik dan efektif tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan tubuh masih memiliki cadangan energi untuk malaksanakan tugas lainnya.

Sedangkan menurut pro. Sutarman, kebugaran jasmani adalah aspek fisik dan kebugaran menyeluruh yang memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif srte dapat menyesuaikan diri terhadap segala bentuk tantangan terhadap kondisi fisik.


2. Unsur Unsur Kebugaran Jasmani

Terdapat macam-macam unsur dari kebugaran jasmani seseorang. Berikut ini adalah kompenen dan unsur-unsur kebugaran jasmani yang terbagi atas sepuluh kompenen, diantaranya adalah:

· Kekuatan (strength)

Kekuatan adalah kompenen kondisi fisik seseorang mengenai kemampuan dalam mempengaruhi ototnya yang mana untuk menerima beban sewaktu bekerja. Salah satu cara untuk melatih kekuatan otot adalah dengan melakukan latihan angkat beban.

Beberapa bentuk latihan kebugaran jasmani lainnya untuk melatih kekuatan otot adalah sebagai berikut: 

  i. Push-up, untuk melatih kekuatan otot lengan. 

  ii. Sit-up, melatih kekuatan otot perut.

 iii. Squat-jump, melatih kekuatan tungkai dan otot perut.


· Daya tahan (endurance)

Daya tahan merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan organ tubuhnya seperti jantung, paru-paru dan sebagainya secara efektif dan efesien untuk malakukan aktifitas.

Berbeda dengan kekuatan, daya tahan tubuh dapat dilatih dengan latihan-latihan ringan seperti lari, dan jogging yang dilakukan secara rutin setidaknya 30 menit setiap harinya.


· Daya otot (muscular power)

Daya otot adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kemampuan maksimum yang di kerahkan dalam waktu sependek-pendeknya. Daya otot ini berkaitan dengan sistem anaerobik dalam proses pemenuhan kebutuhan energi.

Latihan kebugaran jasmani yang dapat melatih daya otot di antaranya adalah sebagai berikut: 

i. Vertikal jump, untuk melatih daya ledak otot tungkai. 

ii. Front jump, untuk melatih kemampuan otot betis dan tungkai 

iii. Side jump, melatih daya ledak otot tungkai dan paha.


· Kecepatan (speed)

Kecepatan adalah kemampuan seseorang dalam malakukan gerakan berkesimambungan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kemampuan ini sangat di andalkan dalam olahraga yang membutuhkan kecepatan, seperti laji jarak pendek 100 dan 200 meter. Kekuatan otot tungkai juga sangat berpengaruh dalam melatih kecepatan gerak tubuh manusia.

Latihan utama yang dilakukan untuk meningkatkan kecepatan adalah lari 50-200 meter.


· Daya lentur (flexibility)

Daya lentur adalah kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktifitas dengan penguluran tubuhh yang luas, hal ini dapat mudah ditandai dengan tingkat fleksibelitas persendian pada tubuh manusia.

Contoh latihan yang dapat melatih daya lentur adalah senam, yoga, dan renang.


· Kelincahan (agility)

Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah arah gerakan dengan kecepatan tinggi dan dalam waktu yang cepat. Salah satu jenis olahraga yang mengandalkan kelincahan adalah bulu tangkis, dan sepak bola.

Beberapa jenis latihan fisik yang dapat melatih kelincahan diantaranya adalah lari zig-zag dan naik turun anak tangga.


· Koordinasi (coordination)

Koordinasi adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan gerakan tubuh berbeda ke dalam satu gerakan yang efektif. Kemampuankoordinasi tubuh dapat dilatih dengan cara memantulkan bola pada tembok dengan tangan kanan dan menangkapnya kembali menggunakan tangan kiri. Intinya latihan koordinasi membutuhkan kemampuan gerak insting yang kuat sekaligus kosentrasi yang tinggi.

· Keseimbangan (balance)

Keseimbangan adalah kemampuan untuk mengendalikan organ dan syaraf otot sehingga dapat mengendalikan gerakan tubuh dengan baik. Salah satu cabang olahraga yang mengandalkan kemampuan keseimbangan adalah senam dan loncat indah.

Latihan-latihan fisik yang berguna untuk melatoih keseimbangan diantaranya adalah l;atihan sikap lilin, berjalan doatas balok kayu, dan berdiri dengan tangan sebagai tumpuan.


· Ketepatan (accuracy)

Ketepatan dalaha kemampuan seseorang dalam mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap satu sasaran.

Beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk melatih ketepatan diantaranya adalah melempar bola pada keranjang atau sasaran tertentu.


· Reaksi (reaction)

Reaksi adalah kemampuan seseorang dalam menanggapi rangsangan atau stimulus yang diberikan oleh orang lain. Bentuk latihan kebugaran jasmani untuk melatih ketepatan reaksi adalah lempar tangkap bola.


3. Penyebab cedera dikarenakan kebugaran jasmani

Istilah lain dari kebugaran jasmani adalah physical fitnes yaitu kemampuan tubuh manusia untuk melakukan aktifitas tanpa harus mengalami kelelahan yang berlebih dan membantu seseorang untuk beraktifitas dengan lebih efisien dan efektif. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa sanya kebugaran jasmani itu sendiri dapat menjadikan cedera bagi seseorang yang mana penyebabnya itu dikarenakan beberapa faktor.

· Kekuatan (strength)

Cedera yang dapat ditimbulkan dari unsur kekuatan adalah keseleo pada organ tubuh terutama tangan, dan juga bisa menyebabkan patah tuang karena terlalu memaksakan diri pada saat melakukan push-up, sit-up, dan squat jump.


· Daya tahan (endurance)

Pada daya tahan ini apabila di lakukan secara paksa maka akan terjadinya cedera seperti kram otot (kejang otot), otot dan sendi terkilir, pada saat melakukan aktivitas lari.


· Daya otot (muscular power)

daya otot diharapkan tidak dilakukan secara paksa untuk menggunakan kekuatan meksimum karena apabila hal itu terjadi maka akan terjadi kontraksi otot untuk melakukan kegiatan yang mendadak atau tiba-tiba sehingga dapat mengejutkan otot dan dapat mengakibatkan kaku dan kejang pada otot, pada saat melakukan aktifitas vertical jump, front jump, dan side jump.


· Kecepatan (speed)

Cedera yang diakibatkan oleh kecepatan adalah terkilir pada bagian tungkai kaki yang mana disebabkan karena berhenti secara mendadak pada saat laju lari masih kencang.


· Daya lentur (flexibility)

Cedera pada daya lentur ini bisa dialami oleh atlet bulu tangkis yang mana atlet tersebut ingin melakukan smash maka atlet tersebut secara otomatis akan loncat dan melentukkan pinggangnya, maka apabila atket tersebut tidak melakukan warming up maka besar kemungkinan atlet tersebut mengalami cedara pada bagian pinggangnya.


· Kelincahan (agility)

Cedera akibat kelincahan misalnya saat atlet buly tangkis melakukan pukulan backhand dan terburu-buru membalikkan posisi badan jika tidak diberhati-hati maka tidak mustahil raket arlet tersebut mengenai pasangannya.


· Koordinasi (coordination)

Cedera akibat koordinasi apabila atlet tidak dapat melakukan dua gerakan dengan baik maka tubuh atlet akan kaku dan keram.


· Keseimbangan (balance)

Cedera pada keseimbangan misalnya atlet sepeda gunung yang tidak memaksimalkan keseimbangannya maka dapat mengakibatkan atlet tersebut jatuh yang diakibaktkan oleh sepedanya yang tergelincir dan dapat menyebabkan atlet tersebut cedera.


· Ketepatan (accuracy)

Ketepatan dapat mengakibatkan cedera disaat seseorang tidak memiliki konsentrasi yang baik dan tidak mampu fokus terhadap sasaran atau tujuan yang akan di tuju akan mengakibatkan otak bekerja lebih berat dalam menyiapkan pengatuan syaraf dan indera untuk penguasaan teknik dalam menggerakan gerakan yang menyebabkan proses otak lambat sehingga menyebabkan pusing.



· Reaksi (reaction)

Kecepatan ini sangat di perlukan karena apabila seseorang tidak memiliki kecepatan maka akan mendapatkan hal yang tidak diinginkan (cedera) seperti disaat seseorang sedang bermain bola dan bola mengarah ke wajah penjaga gawang,dan penjaga gawang tersebut tidak memiliki kecepatan reaksi maka bola tersebut akan mengenai wajah penjaga gawan dan dapat menyebabkan pendarahan pada hidung nya, bahkan bisa menyebabkan patah pada tulang hidung sang penjaga gawang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN KE LIMA BELAS TINDAKAN PERTAMA DENGAN SISTEM RICE DAN METODE RICE

PERTEMUAN KELIMA LATIHAN-LATIHAN PROGRESIF

PERTEMUAN KE EMPAT BELAS CEDERA SAAT BERTANDING